The Carina Cliffs
Menampilkan area pembentukan bintang yang sebelumnya tersembunyi. Foto ini mengungkap ratusan bintang yang baru lahir di "Pegunungan Kosmik".
Download Hi-Res →✨ Misi: Mengungkap Tabir Fajar Kosmik
Misi teleskop tercanggih dalam sejarah untuk mencari cahaya pertama, mempelajari evolusi galaksi, dan eksplorasi asal-usul alam semesta.
Webb Horizon bukan sekadar observatorium biasa. Dengan mengandalkan teknologi cermin infra merah, teleskop ini mampu menembus kabut gas yang selama ini menutupi pandangan teleskop cahaya tampak.
Mengapa teknologi ini revolusioner? Karena sensor emasnya mampu menangkap radiasi panas dari bintang-bintang yang lahir di awal waktu. Fokus utama kami meliputi:
Akses galeri deep field terbaru untuk melihat perbandingan hasil tangkapan Hubble vs Webb.
Hasil pemrosesan data mentah menjadi mahakarya visual luar angkasa.
Menampilkan area pembentukan bintang yang sebelumnya tersembunyi. Foto ini mengungkap ratusan bintang yang baru lahir di "Pegunungan Kosmik".
Download Hi-Res →Tampilan detail lima galaksi yang saling berdekatan, memberikan wawasan baru tentang bagaimana galaksi berinteraksi dan bergabung satu sama lain.
Pelajari Data →Mengapa teleskop ini harus tetap berada pada suhu ekstrem -233°C?
Lima lapis Kapton seukuran lapangan tenis melindungi instrumen dari radiasi panas Matahari, Bumi, dan Bulan.
Cermin dilapisi emas setebal 100 nanometer untuk memaksimalkan refleksi cahaya infra merah ke sensor.
MIRI (Mid-Infrared Instrument) menggunakan pompa helium khusus untuk mencapai suhu 7 Kelvin agar dapat bekerja.
Pahami lebih dalam mengenai teknis operasional misi.
Webb sering disebut sebagai penerus, bukan pengganti. Hubble mengamati cahaya tampak, sementara Webb mengamati infra merah. Keduanya sering bekerja sama untuk memberikan gambaran komposit alam semesta yang lebih lengkap.
Berkat peluncuran yang sangat presisi oleh roket Ariane 5, penghematan bahan bakar memungkinkan Webb beroperasi selama lebih dari 10 tahun, melampaui estimasi awal 5 tahun.
Webb tidak dapat mengambil foto mahluk hidup, tetapi dapat mendeteksi "biosignatures" (tanda biologis) seperti air, metana, dan karbon dioksida di atmosfer planet lain yang mungkin mengindikasikan kehidupan.